![]() | |
| TANCAK TULIS |
Salam Mbonglembong. Kali ini saya dan seorang teman, Anita atau yang biasa di panggil Nyoth mengunjungi air terjun di daerah ecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Dengan menggunakan sepeda motor matic kami berdua berangkat berbekal info dari teman (Mas Hanan). Mas Hanan bersama teman2 penghoby motortrail sempat mengunjungi tancak(air terjun) ini. Tancak Tulis begitu mas Hanan bilang.
Pagi itu, saya dan Nyoth, berangkat dari Warung Kopi CakWang, dimana merupakan meeting point kami berdua. Perjalanan dari Warung Kopi CakWang menuju Tanggul (ke arah barat dari alun-alun Jember) di butuhkan waktu 1 jam. Sesampai di Tanggul, perjalanan menuju arah ke utara dengan tujuan afdeling Tulis.
Sempat kita salah jalan lumayan jauh dan harus kembali, setelah kita bertanya arah afdeling Tulis ke warga yang kita jumpai. Dengan info bahwa menuju kesana jauh, kita mengisi bahan bakar. Jalan yang kita lewati sekarang adalah makadam berbatu dan sedikit licin serta genangan air. Pada saat itu jalan yang kita lewati masih basah oleh hujan yang mengguyur tadi malam.
Sebelum menuju afdeling Tulis, kita akan melewati afdeling Sumberbulus. Merupakan perkampungan petani kebun dan terdapat pabrik pengolahan kopi jenis arabika. Afdeling Sumberbulus ini masuk daerah perkebunan Zeelandia yang merupakan daerah perkebunan peninggalan jaman Belanda. Jalan menuju kemaripun merupakan jalan perkebunan karet dan juga kopi. Sekitar 1 jam perjalanan untuk tiba di afdeling Sumberbulus ini.
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju afdeling Tulis. Masih bersama motor maticnya Nyoth, dan jalan berbatu, tidak jarang ban motor tergelincir dan kadang kita hampir kehilangan kendali oleh jalan yang licin. Karena pada saat itu hujan mulai turun,membuat jalan makadam tertutupi air. Sempat setelah itu kita berhenti oleh percabangan jalan. beberapa saat kita berhenti, dan tidak beberapa lama, 2 orang pegawai kebun dengan menaiki satu sepeda lewat. Akhirnya beliau berdua menyruh kami mengikuti di belakang, karena tujuan beliau berdua juga ke afdeling Tulis.
Jalan semakin becek dan licin, tak jarang Nyoth turun dari motor karena sering tergelincir. Semakin menarik perjalanan saat perjalanan melewati sungai dengan lebar sekitar 3-4meter. Pada saat sampai di seberang sungai, kami berhenti sejenak untuk membersihkan lumpur yang melekat pada kaki. Perjalanan pun berlanjut sampai akhirnya kami sampai. Ternyata afdeling itu lengkapnya afdeling Petung Tulis. Dan bahagianya lagi, di sana ada warung yg menjual kopi dan bakso...wew. Jadilah kita berdua beristirahat disitu melepas ketegangan saat perjalanan tadi. Kira-kira satu jam waktu yg di tempuh dari Sumberbulus menuju Petung Tulis.
Setelah beristirahat cukup. perjalanan kami lanjutkan menuju air terjun. Jalan makadam berbatu dan licin masih menemani kami. Jalur mulai naik dan sempat salah jalan, kami pun harus menaruh motor pada salah satu gubug seng di tengah perjalanan karena jalur yang menyempit. Vegetasi kini berupa kebun kopi,jalannya pun berupa setapak.
Dan beberapa menit perjalanan, air terjun pu akhirnya tampak di kejauhan, alhamdulillah, awsem,kul, mbois pokoknya. Tak seberapa gerimis mulai turun, dan bagian atas air terjun pun tertutup kabut. Cukup menguras tenaga menuju kesana. Sempat mengambil gambar dari kejauhan, akhirnya kami sampai di Tancak Tulis. Cukup tinggi juga, sekitar 80-100 meter (menurut warga setempat).
Saat kami mendekat ke air terjun, hujan deras mengguyur. Alhasil, kita tidak bisa berlama-lama, khawatir air tiba-tiba besar. Beberapa kali kita harus menyeberang sungai aliran tancak Tulis itu, jika air membesar, akan sulit untuk menyeberang.
Nah,rekan-rekan..Jika kalian mau ke Tancak Tulis, sebaiknya jangan saat musim penghujan, selain jalan licin,air di takutkan debetnya naik. Serta jangan lupa, sampah di bawa turun,agar ke alamiannya tetap terjaga. Selamat berpetualang.......salam Horee..
https://www.facebook.com/nyoth.imcoming
https://www.facebook.com/noveri.purnomo







No comments:
Post a Comment