Friday, 1 April 2016

AIR TERJUN SIDOMULYO GARAHAN










Mbonglembongers.. Dibagian timur Jember ternyata terdapat air terjun yang tersembunyi lho..Tak banyak orang yang mengunjungi, hanya warga sekitar dikarenakan air dari aliran sungai ini di alirkan ke perkampungan warga dibawahnya serta terdapat tiga air terjun yang berada disini.
Untuk bisa sampai ke tempat ini, kami dari tim Mbonglembong_Jember berulang kali kesasar di hutan pinus Sidomulyo ini. 
Berangkat pagi hari menggunakan sepeda motor dengan berbagai macam jenis mulai dari motor trail sampai motor matic, sangat menyenangkan dengan udara yang tak terlalu terik. Dari MeetingPoint yang sudah kami sepakati menuju ke Kecamatan Silo. Hampir satu jam perjalanan, kami menjemput teman didaerah Stasiun Sempolan. Setelah bertemu, kamai pun bersama-sama berangkat menuju Cagar Alam CurahManis. Jalan beraspal kemudian berganti dengan jalan makadam melewati pinggiran hutan pinus. Disini terdapat perkampungan dengan nama Kampung Terang, karena seluruh lampu di perkampungan ini disediakan oleh merk lampu ternama. Jalan makadam pun memasuki kawasan hutan pinus yang begitu luas. Terdiri dari petak-petak, sehingga memudahkan pencarian dimana kita bekerja atau letak keberadaan kita.
Kamipun menuju pak Mu'alim, seorang tokoh warga sekitar yang pertama mengatakan bahwa didaerah Sidomulyo ini terdapat Tancak (Air terjun). Saat kami berada dirumahnya, ternyata beliau tidak berada ditempat. Awalnya kami berharap beliau mau mengantarkan team Mbonglembong menuju tancak tersebut. Namun karena beliau lagi keluar karena ada urusan, maka kamipun berangkat tanpa ada pemandu. 
Orientasi medan yang pertama adalah mencari sungai, kamipun ke arah utara melewati jalan makadam ditengah hutan pinus. Dengan jalan bebatuan yang aduhai menggetarkan sendi-sendi lengan, kami bertanya pada setiap warga yang bertemu dengan kami. Beberapa mengetahui jika didaerah tersebut terdapat tancak, tapi adapula yang tidak mengetahuinya. berulangkali kami harus berhenti untuk mengenali lapangan, di hutan pinus ini banyak sekali persimpangan jalan kecil maupun besar. Sehingga feeling pun ikut campur urusan mencari air terjun ini. 
Dengan tekad yang besar, kamipun berada dijalur menuju tancak. Hari sudah siang, harapan untuk makan bersama di air terjun pun kami urungkan. Air terjun yang kami tuju pun masih jauh, akhirnya dipinggir sungai dan berteduh dibawah pohon kopi kami pun menyantap bekal yang kami bawa. Disaat asyik menyantap makanan hujan mulai turun, acara santap siang segera kami rampungkan.
Setelah beristirahat sejenak ditengah hujan gerimis, kami melanjutkan perjalanan. Jalan setapak yang cukup dilalui oleh satu sepeda motorpu menjadi licin. Ban motor kami pemuh dengan lumpur dati tanah liat. Disalah satu jalan tanjakan, kami berpapasan dengan warga yang hendak turun dari berkebun. Mau tidak mau kami mengalah ditengah jalan yang miring dan berlumpur untuk mempersilahkan warga tersebut lewat lebih dulu. Beberapa motor harus didorong karena tak mampu melewati lumpur. 

Perjuangan dijalan berlumpur telah dilewati, kini jalan lebih keras dari sebelumnya. banyaknya percabangan membuat perjalanan kami tersendat. Untunglah ada warga yang masih berada disana, dan beliau menunjukkan jalurnya. Jalan yang tadinya masih bisa untuk berpapasan, kini benar-benar untuk satu motor menuju arah ke tancak. Menyeberangi beberapa jembatan, akhirnya motor kami parkir. Petugas parkir? tidak ada man..setelah dirasa aman, kami berjalan sesuai info yang kita dapat, dan akhirnya..WALLAA..terpampang dua air terjun dari dua aliran yang berbeda. Warga tadi juga berkata bahwa dialiran sungai bagian atas juga terdapat air terjun..woww. 
Menuju dua air terjun pertama, kami harus turun menuruni lereng. Beberapa teman yang masih diatas, diintruksikan menuju aliran sungai yang lebih tinggi. Tak seberapa lama, teman-teman tadi yang mencari jalur sungai berteriak.."disini juga ada air terjun!! lebih tinggi!". Mau gak mau saya (penulis) naik lagi menuju air terjun yang lebih tinggi. Dan..amazing, akhirnya ketemu juga. 
Cukup menikmati ketiga tancak ini, oh iya..karena belum ada namanya, maka kamipun memberi nama sesuai dengan wilayah perkebunan itu yaitu Sidomulyo. Akhirnya kamipun bergegas pulang karena hari semakin sore. Dan kami selamat sampai di tempat terindah ..RUMAH.
Salam Mbonglembong,....HOREEEE

No comments:

Post a Comment