Tuesday, 17 February 2015

TANCAK 3 KETAJEK : PESONA ALAM JEMBER YANG TERSEMBUNYI

tancak Gn.Bedol akhirnya ketemu..yeaah

Mbonglembongers, pagi itu kami berniat kembali mencari ait terjun di daerah Ketajek kecamatan Panti. Untuk menuju ke desa Ketajek, kami biasa berangkat dari kota menuju ke rambipuji, sampai di pertigaan polsek Rambipuji belok kekanan arah RambiGundam. Kemudian ada pertigaan yang ada jembatannya, belok kekiri. Setelah itu menuju desa Kemuning, kemudian lanjut ke utara menuju desa Pakis. Dari sini jalan masih beraspal bagus, setelah melewati desa Pakis jalan mulai berlubang dan dilanjutkan melewati jalan makadam. Oh iya, disini banyak persimpangan jalan, jika pertama kali kesana, lebih baik bertanya kepada penduduk sekitar, jalan menuju Ketajek. 
Sekitar 1 jam kami pun sampai di desa Ketajek, setelah menitipkan sepeda motor di rumah terakhir, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki. Di desa Ketajek ini ada beberapa tancak yang sebelumnya sudah kami kunjungi, yaitu Tancak Pakis dan Tancak Gn. SiGendeng. Saat menuju Tancak Pakis, kami melihat air terjun di sebelah timur dari tancak Gn.SiGendeng. Untuk itulah kami kembali menuju air terjun tersebut. Dimulai melewati kebun kopi, jalan berupa setapak kecil menuju ke utara desa Ketajek. Sebelah kiri jalan adalah sungai dan sebelah kanan adalah punggungan dari deretan Pegunungan Argopuro. Satu jam perjalanan kita menyeberang sungai, dan di teruskan dengan melewati jalan yang berada di tengah aliran sungai. Nah, jika terus mengikuti jalan naik di tengah dua aliran sungai tadi, kita akan menjumpai  Tancak Gn.SiGendeng. Kami pun berhenti untuk beristirahat sejenak, dan saya pun mencari jalur melewati pinggiran sungai yang kita seberangi tadi. Ternyata ada jalan setapak, lalu saya pun kembali ke teman-teman untuk melanjutkan perjalanan. Dan semakin kita ikuti jalan itu, lama-lama jalan itu menghilang, apalagi selama perjalanan banyak sekali tanaman kemadduh (daun jancukan). Akhirnya kami pun kembali ke tempat kita beristirahat tadi dan memutuskan melanjutkan perjalanan melalui susur sungai. Kebetulan debit air kecil, sehingga cukup memungkinkan untuk dilewati.

semangat gaess
susur sungai dulu
 Perjalanan menyusuri sungai tidak semudah yang kita bayangkan. Sering kita harus melewati batu besar yang licin dan juga batang-batang pohon yang tumbang. Sedangkan tanah diatasnya banyak titik longsor yang mengarah ke sungai yang kita lewati. Cukup membuat perasaan was-was, berpikir bagaimana nanti kita pulang jika terjadi longsor lagi saat hujan turun dengan deras?. Kondisi sungai tersebut cukup lebar yang kemudian menyempit dengan banyak sekali batu dari longsoran tanah diatasnya. Beberapa kali kami terpeleset oleh kondisi batu yang licin. Tanda air terjun yang kita cari masih belum nampak, dan mulai berpikir apakah kembali salah jalan?. Perjalanan menyusuri sungai kami lanjutkan, beberapa dahan tanaman semak pun kerap kita temui. Air terjunnya dimana???
Menyusuri sungai dengan bebatuan yang licin di tengah terik matahari, melewati batang pohon yang berlumut sudah kita lalui. Suara air terjun pun belum terdengar. 1,5 jam kami lewati sungai berharap segera bertemu dengan air terjun yang kita cari. Semakin ke utara kita akhirnya melihat air terjun berupa aliran mata air yang tidak begitu besar, kemudian di sebelahnya terdapat air terjun yang keluar langsung dari bebatuan tebing, waw... Perjalanan kita lanjutkan mendekati air terjun mata air tadi dan ternyata......ada air terjun yang lebih besar bersembunyi di balik tebing, Horeeeee....
tancak kedua dengan mata air langsung dari tebing,..awesome

Akhirnya kami menemukan air terjun( tancak ) lagi dan sepertinya orang setempat pun tidak pernah kemari. Kamera pun segera kami keluarkan dan melihat betapa indahnyatancak tersebut. Tak lipa, kami pun menaiki aliran air terjun dari batu tebing untuk melihat dari dekat keluarnya air dari celah batu tersebut. Debit air yang keluar dari mata air itupun cukup banyak dibandingkan air terjun sebelah kirinya yang tidak begitu deras. Tak lupa bekal yang kami bawa dibuka menjadi menu makan siang dengan pemandangan tiga air terjun sekaligus. Daerah ini oleh orang setempat di sebut gunung Bekol, jadi kami menyebutnya Tancak Gn.Bekol bersebelahan dengan Tancak Gn.SiGendeng. Bravo...
Setelah puas menikmati makan siang dan ketiga tancak tersebut kami pun kembali. Saat itu pula gerimis mulai datang, terbayang kembali longsoran yang kami lewati tadi. Tak beberapa lama hujan deras pun turun, langkah kaki dan mata pun berpadu melewati bebatuan yang licin dan aliran sungai yang mulai deras. Kondisi sungai tersebut tidak semuanya dangkal, ada pula yang kedalamannya setinggi perut orang dewasa. Air sungai pun mulai mengeruh oleh lumpur dari atas longsoran, dan kami masih berada di sungai itu berharap segera sampai ke tempat kita istirahat tadi. Akhirnya setelah 1 jam perjalanan dan kondisi masih hujan, kami sampai di tempat istirahat kita tadi, kemudian menyeberangi sungai menuju kebun kopi. Terlihat air sudah kecokelatan dan semakin deras, untunglah kita sudah sampai ke rumah tempat kita titipkan sepeda motor walau pun hujan masih turun dengan deras.

Mbonglembongers, itulah cerita perjalanan menuju Tancak Gunung Bekol Desa Ketajek Kecamatan Panti. Petualangan mencari air terjun ini begitu mengesankan, walaupun air terjun yang kita lihat sebelumnya masih belum ketemu. Mungkin masih banyak lagi yang lainnya, pesona air terjun (tancak) yang berada di lereng selatan Pegunungan Argopuro. Selamat berpetualang, salam Mbonglembong....Horrreeeeeee.........




No comments:

Post a Comment