Wednesday, 11 March 2015

BERENANG SEPUASNYA DI AIR TERJUN WATU ONDO



Kembali saya berbagi cerita tentang perjalanan saya dan teman-teman mengunjungi beberapa air terjun yang ada di kota Jember. Kini tujuan kami arahkan ke Watu Ondo, yang menurut teman yang memberi info  tempatnya bagus walau bukan seperti air terjun pada umumnya.

Baiklah, perjalanan saya dan beberapa teman saya (Anita, Imam, Yova, Anton, Ramdan) dimulai di pagi hari, kita sepakat melakukan meeting point di Warung Kopi Cak Wang Jember. Setelah kami semua berkumpul kami berangkat, tak lupa mengisi bensin motor kami mengingat jarak yang di tempuh lumayan jauh dari kota. Dari kota perjalanan menuju ke selatan kota jember di daerah Kecamatan Tempurejo. Jalur untuk ke Kebun Kotta Blater Kec.Tempurejo bisa dilalui dari beberapa jalur kalau dari kota,
Jalur Pertama : dari Alun-alun Jember - lampu merah Mangli - kekiri arah Ajung - Jenggawah - Perempatan Ambulu - kekiri Andongsari - Kebun Kotta Blater, atau
Jalur Kedua : dari Alun-alun Jember - Tegal Besar - Mumbulsari - Pertigaan Galaxy - kekanan arah Tempurejo - Sruni - Sumber Manis - pertigaan Andongsari - kekiriarah Kebun Kotta Blater


Saya biasa melewati jalur kedua, hingga kebun Kotta Blater memasuki jalan masuk pabrik berupa jalan makadam double way dan melewati portal I kebun. Kita langsung saja masuk tidak perlu lapor kemudian akan bertemu pertigaan yang terdapat patung di tengahnya, kekanan arah afdeling Trate / Pantai Canga'an. Ada portal ke II yang biasanya ditutup, jika menggunakan mobil kita hanya ditanya tujuan saja bila menggunakan motor lewati jalan samping portal. Kini perjalanan melalui jalan makadam dengan pohon karet di kanan kiri. Jalan disana relatif sama, namun mudahnya selalu ambil kiri jika ada pertigaan, atau bisa bertanya kepada masyarakat sekitar arah Trate. Selanjutnya bertemu portal III yang sebelumnya terdapat perkampumgan dan melewati lapangan sepakbola. Kurang lebih 1 jam perjalanan dari pintu masuk Kebun Kotta Blater, sampailah saya di afdeling Trate, perkampungan yang terdapat monumen perjuangan sebagai tanda bahwa disana merupakan pusat gerilya pada masa perjuangan. Saya lanjutkan perjalanan melewati jalan tanah yang berlumpur menuju rumah pak Paidi untuk menitipkan sepeda motor. Setelah beristirahat sejenak, saya dan teman-teman berjalan kaki menuju Air Terjun Watu Ondo.


Perjalanan menuju watu Ondo dimulai dari melewati jalan kebun karet di pinggir sungai hingga jembatan kayu besar belok kekanan. Setelah melewati Jembatan ini, perjalanan masih di tengah kebun karet yang berlumpur hingga melewati padang terbuka, dan memasuki kebun mahoni sampai bertemu pertigaan, ikuti jalan kekiri menyeberangi sungai yang batunya berlumut. Di seberang sungai ikutijalan setapak yang merupakan jalan menuju padang terbuka hingga bertemu sungai kembali. Dari sungai ini kita menyusuri arah hulu sungai nantinya akan bertemu air terjun 1 (watu gedek), diatasnya air terjun 2 (watu ondo). Namun yang lebih di kenal warga adalah Watu Ondo, karena susunan batu air seperti tangga. Hati-hati saat akan menuju Watu Ondo karena jalannnya sempit, dikanan jurang dan harus merunduk melewati bawah batu besar. Saya dan teman-teman meneruskan perjalanan ke air terjun 3 (watu mejo), di sana tak kalah indah dengan 2 air terjun di bawah.

Air terjun ini masuk daerah Taman Nasional Meru Betiri, hutannya masih alami dan tentunya kita bisa  berenang di bawah air terjun ... asoy geboy lah. Jangan lupa juga membawa baju ganti dan serta bekal yang cukup, terutama air minum. Oke man, jika ke Watu Ondo jangan lupa bawa sampah anda kembali dan jangan corat-coret!!! Selamat berpetualang..salam MbongLembong..Horee..



No comments:

Post a Comment